Wednesday, April 27, 2016

Mengenal Angklung sebagai Alat Musik Asli Indonesia Warisan Budaya yang mendunia

Angklung merupakan alat musik tradisional yang dibuat dari bambu, alat musik multitonal (bernada ganda) ini berkembang dalam masyarakat sunda di pulau jawa bagian barat (jawa barat).
Alat musik yang dibunyikan dengan cara di goyangkan ( timbul bunyi akibat benturan badan pipa bambu ) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2,3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.






sebagai alat musik tradisional yang telah tercatat oleh UNESCO sejak bulan november 2010 silam, upaya pelestarian dan pengenalan angklung sebagai warisan indonesia dengan memainkannya secara bersama sama juga mencatatkan rekor dunia, Antara lain pada tahun 2008, rekon pemain angklung sebanyak 11 ribu orang memainkan angklung secara bersamaan di jakarta dan 5 ribu orang di Washington DC.

Ternyata juga anklung itu tidak hanya di Jawa Barat, melainkan di beberapa daerah di indonesia juga terdapat variasi angklung yang di kenal sebagai jenis jenis angklung... nah berikut ini merupakan beberapa Jenis Jenis Angklung :

================================

Angklung Kanekes



Angklung Kanekes adalah angklung yang berasal dari daerah Kanekes (perkampungan orang baduy). Angklung jenis ini tidak semata-mata dipergunakan untuk hiburan semata, akan tetapi pada intinya dipergunakan sebagai ritual disaat menanam padi.
Dalam penggunaannya, angklung kanekes bisa dimainkan tanpa aturan (Sunda : Dikurulungkeun) maupun dengan menggunakan aturan ritmis tertentu. Pola penggunaan angklung yang dilakukan dengan "dikurulungkeun" biasanya dilakukan di daerah baduy dalam, sebaliknya yang menggunakan ritmis oleh baduy luar.


Angklung Reog


Angklung Reog merupakan alat musik untuk mengiringi tarian reog ponorogo di Jawa Timur. Angklung Reog ini memiliki kekhasan dari segi suara yang sangat keras, memiliki dua nada serta bentuk lengkungan rotan yang menarik dengan hiasan benang berumbai-rumbai warna yang indah.

Dalam sejarahnya angklung Reyog ini digunakan pada film: Warok Singo Kobra (1982), Tendangan Dari Langit (2011)
Dan penggunaan angklung Reyog pada musik seperti: tahu opo tempe, sumpah palapa, kuto reog, Resik Endah Omber Girang, dan campursari berbau ponorogoan.

Angklung Banyuwangi

 


Angklung banyuwangi ini memiliki bentuk seperi calung dengan nada budaya banyuwangi. Di Banyuwangi disebut dengan Caruk.

Angklung Gubrag

 


Angklung gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor. Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung).

Angklung Bali


Angklung bali memiliki bentuk dan nada yang khas bali. Bentuknyapun mirip dengan calung. Angklung jenis ini di Bali disebut dengan Rindik.

Angklung Dogdog Lojor


Angklung dogdog lojor adalah angklung yang dipergunakan dalam kesenian adat dogdog lojor.
Kesenian dogdog lojor sendiri terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul yang tersebar di sekitar Gunung Halimun.
Lagu-lagu dogdog lojor di antaranya Bale Agung, Samping Hideung, Oleng-oleng Papanganten, Si Tunggul Kawung, Adulilang, dan Adu-aduan. Lagu-lagu ini berupa vokal dengan ritmis dogdog dan angklung cenderung tetap.

Angklung Badeng


Badeng merupakan jenis kesenian yang menekankan segi musikal dengan angklung sebagai alat musik yang utama. Badeng terdapat di Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut. Dulu angklung badeng berfungsi sebagai hiburan untuk kepentingan dakwah Islam. Tetapi diduga badeng telah digunakan masyarakat sejak lama dari masa sebelum Islam untuk acara-acara yang berhubungan dengan ritual penanaman padi.

Lagu-lagu badeng: Lailahaileloh, Ya’ti, Kasreng, Yautike, Lilimbungan, Solaloh.

Angklung Badud


Angklung badud adalah angklung yang dipergunakan pada acara sunatan anak di daerah Kampung Parakanhonje, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang,  Kota Tasikmalaya serta beberapa daera lain di Priangan Timur.
Fungsi utama dari Seni Angklung Badud ini, dipergunakan untuk mengarak dan menghibur pengantin Sunat. Zaman dahulu ketika obat bius lokal penghilang rasa sakit (pangbaal) belum biasa digunakan, anak yang akan disunat pagi-pagi sekali diarak menuju ke kolam (balong) kemudian anak disuruh untuk berendam di kolam selama beberapa menit, nah pada saat diarak menuju kolam dan pulang dari kolam inilah Angklung Badud dimainkan, masyarakat pun ikut berbondong-bondong membentuk barisan berjejer, layaknya pawai atau karnaval, sehingga terjadilah kegembiraan dan diantara kegembiraan itu pula, biasanya muncul kreativitas dari pemain dan masyarakat membuat kelucuan dan kemeriahan lainnya. Acara ini pun digelar  sekaligus mengundang dan memberitahu masyarakat agar pada saatnya anak disunat bisa hadir memberikan do'a dan uang "panyecep" kepada pengantin sunat.

Angklung Buncis



Angklung Buncis adalah angklung yang dimainkan pada kesenian Buncis. Kesenian Buncis sendiri merupakan seni pertunjukan yang bersifat hiburan yang berkembang di daerah Baros (Arjasari, Kabupaten Bandung). Pada mulanya buncis digunakan pada acara-acara pertanian yang berhubungan dengan padi. Tetapi pada masa sekarang buncis digunakan sebagai seni hiburan. Hal ini berhubungan dengan semakin berubahnya pandangan masyarakat yang mulai kurang mengindahkan hal-hal berbau kepercayaan lama. Tahun 1940-an dapat dianggap sebagai berakhirnya fungsi ritual buncis dalam penghormatan padi, karena sejak itu buncis berubah menjadi pertunjukan hiburan.

Angklung Bungko 


Angklung Bungko adalah kesenian daerah yang menggunakan alat musik angklung dan berasal dari Desa Bungko Kecamatan kapetakan Cirebon. Selain angklung alat kesenian tradisional Jawa Barat lain yang dipergunakan dalam kesenian Angklung Bungko adalah Gendang, tutukan, klenong dan gong. Angklung Bunglo awalnya adalah musik pengiring tarian perang antar warga desa pada masa awal islam masuk ke Desa Bunglo.
Angklung bungko diperkirakan lahir menjelang abad ke-17 setelah wafatnya Sunan Gunung Jati. Diduga, kesenian ini lahir secara kolektif. Tercipta atas dasar luapan emosi kegembiraan setelah mereka memenangkan perang (tawuran) melawan pasukan Pangeran Pekik (Ki Ageng Petakan).


Angklung Sri-Murni


Angklung ini merupakan gagasan Eko Mursito Budi yang khusus diciptakan untuk keperluan robot angklung.  Sesuai namanya, satu angklung ini memakai dua atau lebih tabung suara yang nadanya sama, sehingga akan menghasilkan nada murni (mono-tonal). Ini berbeda dengan angklung padaeng yang multi-tonal. Dengan ide sederhana ini, robot dengan mudah memainkan kombinasi beberapa angklung secara simultan untuk menirukan efek angklung melodi maupun angklung akompanimen.


Angklung Padaeng


Angklung padaeng adalah angklung yang dikenalkan oleh Daeng Soetigna sejak sekitar tahun 1938. Terobosan pada angklung padaeng adalah digunakannya laras nada Diatonik yang sesuai dengan sistem musik barat. Dengan demikian, angklung kini dapat memainkan lagu-lagu internasional, dan juga dapat bermain dalam Ensembel dengan alat musik internasional lainnya.

Angklung Sarinande


Angklung sarinande adalah istilah untuk angklung padaeng yang hanya memakai nada bulat saja (tanpa nada kromatis) dengan nada dasar C. Unit kecil angklung sarinade berisi 8 angklung (nada Do Rendah sampai Do Tinggi), sementara sarinade plus berisi 13 angklung (nada Sol Rendah hingga Mi Tinggi).

Angklung Toel


Angklung toel diciptakan oleh Kang Yayan Udjo sekitar tahun 2008. Pada alat ini, ada rangka setinggi pinggang dengan beberapa angklung dijejer dengan posisi terbalik dan diberi karet. Untuk memainkannya, seorang pemain cukup men-toel angklung tersebut, dan angklung akan bergetar beberapa saat karena adanya karet.

=================================

Nah lalu ada ndak sih teknik memainkannya.. ya pastinya setiap alat musik itu ada teknik untuk memainkannya, untuk angklung.. ini nih tekniknya :


Memainkan sebuah angklung sangat mudah. Seseorang tinggal memegang rangkanya pada salah satu tangan (biasanya tangan kiri) sehingga angklung tergantung bebas, sementara tangan lainnya (biasanya tangan kanan) menggoyangnya hingga berbunyi. ada tiga teknik dasar menggoyang angklung:

  • Kurulung (getar), merupakan teknik paling umum dipakai, di mana tangan kanan memegang tabung dasar dan menggetarkan ke kiri-kanan berkali-kali selama nada ingin dimainkan.
  • Centok (sentak), adalah teknik di mana tabung dasar ditarik dengan cepat oleh jari ke telapak tangan kanan, sehingga angklung akan berbunyi sekali saja (stacato).
  • Tengkep, mirip seperti kurulung namun salah satu tabung ditahan tidak ikut bergetar. Pada angklung melodi, teknik ini menyebabkan angklung mengeluarka nada murni (satu nada melodi saja, tidak dua seperti biasanya). Sementara itu pada angklung akompanimen mayor, teknik ini digunakan untuk memainkan akord mayor (3 nada), sebab bila tidak ditengkep yang termainkan adalah akord dominan septim (4 nada).

Sementara itu untuk memainkan satu unit angklung guna membawakan suatu lagu, akan diperlukan banyak pemusik yang dipimpin oleh seorang konduktor. Pada setiap pemusik akan dibagikan satu hingga empat angklung dengan nada berbeda-beda. Kemudian sang konduktor akan menyiapkan partitur lagu, dengan tulisan untaian nada-nada yang harus dimainkan. Konduktor akan memberi aba-aba, dan masing-masing pemusik harus memainkan angklungnya dengan tepat sesuai nada dan lama ketukan yang diminta konduktor. Dalam memainkan lagu ini para pemain juga harus memperhatikan teknik sinambung, yaitu nada yang sedang berbunyi hanya boleh dihentikan segera setelah nada berikutnya mulai berbunyi.





nah gimana nih... ? tertarik..
berikut beberapa cuplikan memainkan angklung...














Nah ini asli Indonesia lho guys... kita harus bangga dengan kekayaan bangsa ini... #Indonesia itu kaya!


#LirikLaguIndonesia #LirikLaguJepang #LirikLaguBarat #LirikLaguWajibNasional

Semoga bermanfaat.


Redaksi Seni Musik
Mengenal lebih dekat tentang Musik Dalam Negeri maupun Manca Negara
RahmanCyber Network
http://www.rahmancyber.net
Follow Us:
Facebook Fanpage : /rahmancyber  
Twitter @akirasasori     |    Untuk Update Terbaru
Pengelola Redaksi | Akira Sasori



0 komentar:

Post a Comment

#Lirik Lagu Nasional Indonesia

Lainnya

#Lirik Lagu Indonesia

Lainnya

Website Copyright © 2018 Akira Sasori
Pembuatan WebBlog oleh Genbisoft Media Partner dan Blog di Manajemen Oleh @akirasasori